Minggu, 23 Oktober 2011

Sabar, Yang Sabar Yah, Jadi Orang Sabar Itu Enak

Saya iri sama orang yang bisa sabar. Diapain sabar, dicela-cela sabar, dikatain sabar, ada orang nyolot ya bisa sabar. Kok bisa ya orang sabar itu sabar? Bawaannya adem aja. Makanya kata "sabar" dan "subur" cuma beda di huruf "a" dan "u", dan kerap dipakai untuk nama toko atau perusahaan.

Sabar Itu Menang

Minggu ini, saat saya mencari-cari bahan ketikan, saya bengong melihat tulisan "orang sabar itu selalu menang". Sayangnya saya lupa baca di mana, dan kalimat utuhnya seperti apa, pokoknya intinya "orang sabar itu selalu menang". Pas di pikir-pikir, benar juga kalimat itu.
Sabar Bukan Memendam dan Bukan Mendendam
gambar diperoleh via


Beberapa tahun belakangan, saya seolah kehilangan kepercayaan pada kata sabar. Contoh-contoh sabar itu sudah mulai sirna, terutama karena apa yang terlihat di media-media Tanah Air. Ada pejabat kurang sabar, pada berantem sendiri. Beberapa pelajar kurang sabar, keroyokan antar sekolah, tawuran. Ada juga pegawai-pegawai kurang sabar, maunya cepat kaya dengan menilap. Pendemo kurang sabar, sampai-sampai merusak dan melukai. Seolah semuanya maunya cepat selesai, cepat dapat hasil, cepat menang, cepat senang. Hantam kiri, sikut kanan, sikat atas, injak bawah. Di bawah ini ada beberapa poin dangkal hasil pemikiran saya yang dangkal juga mengenai kenapa sabar itu bisa menang:
  • Sabar berusaha, walaupun hasilnya kurang lancar, tidak mau curang atau ambil jalan pintas. Mungkin yang curang sementara bisa menang, dan dapat cepat berhasil, tapi dalam jangka panjang orang sabar ternyata jadi pemenang. Cepat mendapat hasil tapi terjegal di tengah jalan, atau masuk bui karena ambil jalan pintas, ya sajughong alias sama juga bohong.
  • Sabar menanti, bukan berarti malas, kalau malas itu menunggu dengan pasif. Kalau sabar, orang akan terus berusaha, dan ia akan jadi pemenang dibandingkan yang menyerah kalah di tengah jalan. Lah, kalau kutunggu jandamu itu sabar nggak ya?
Janda Ditunggu Dengan Sabar
gambar diperoleh diam-diam via
  • Untuk mendapatkan hati seorang perawat, Anda harus jadi pasien (To win the heart of a nurse, you have to be patient... HEHEHE). Kalau perawatnya cantik ya kudu sabar, kalo nggak sabar malah dapet suster ngesot.
Suter Cantik Dan Suster Ngesot - KatanyaDia.blogspot.com
sumber gambar diperoleh via
  • Sabar kalau dikatain atau dihina, soalnya apa yang dikatakan si penghina itu memang cuma bualan. Contohnya, "eh, tampang lu jelek, kupret, emak lo kingkong, bapak lo pembunuh, pantesan hobi lo ngebunuh orang!" Karena hinaan itu hanya bualan, orang yang sabar akan menang dengan senyuman. BLES! (Apaan sih bles?) Dan hinaan itu pun tak terbukti kebenarannya, hanya omong kosong belaka. Beda kalau dia balas dengan, "eh! Dasar lu yang anak setan! Gue bunuh lo! Gue bunuh lo!" Lah! Hinaan itu terbukti dengan seketika dan telak! Lagian, makian itu hanyalah sebuah kompromi di antara melarikan diri atau berkelahi. Cieeeee....eeehhh!
  • Sabar, menghidarkan diri dari komplikasi masalah, supaya masalah nggak tambah ruwet. Memecahkan masalah dengan menimbulkan masalah baru adalah hal yang sering dilakukan oleh orang yang tidak sabar. Beda dengan orang sabar, dia tahu bahwa masalahnya sebetulnya hanya secuil.
  • Peternak mendapatkan ayam dari telur yang menetas, bukan dengan memecahkan telur itu sebelum waktunya. Wessss, kena banget tuh. Itu kalo peternak yang dapet ayam dari telor yang menetas, kalo "om-om senang" dapet "ayam"... telornya si om yang pecah disikat tante(itu kalo ketauan, sabar ya bu... bentar lagi dapat suami yang lebih baik).
Tante Sikat Telor Si Om Sampai Hampir Pecah
gambar dicuri-curi via
Itulah kenapa saya iri sama orang sabar. Semua yang saya ketik di atas itu hanyalah harapan saya, karena saya sesungguhnya bukanlah orang yang sabar. Sekian dulu ketikan tiada bermutu ini, semoga bermanfaat, jika tiada bermanfaat, maka ma'afkanlah aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar